Past Future Tense: Pengertian Dan Contoh Kalimat

by ADMIN 49 views
Iklan Headers

Halo guys! Pernah nggak sih kalian ngerasa bingung pas lagi belajar grammar bahasa Inggris, terus ketemu sama istilah "Past Future Tense"? Tenang, kalian nggak sendirian kok. Banyak yang merasa asing sama tenses satu ini. Tapi tenang aja, di artikel ini kita bakal bedah tuntas soal Past Future Tense, mulai dari pengertiannya sampai contoh-contoh kalimatnya. Dijamin deh, setelah baca ini, kalian bakal lebih pede buat pakai tenses ini.

Memahami Konsep Past Future Tense

Jadi, apa sih sebenernya Past Future Tense itu? Gampangnya gini, guys. Tenses ini kita pakai buat ngomongin sesuatu yang dulu kita pikir bakal kejadian di masa depan, tapi ternyata nggak kejadian. Atau sebaliknya, sesuatu yang dulu kita pikir nggak bakal kejadian, tapi ternyata malah kejadian. Bingung ya? Haha, santai dulu. Intinya, ada unsur harapan, prediksi, janji, atau rencana yang terjadi di masa lalu, tapi kita membicarakannya dari sudut pandang masa lalu itu sendiri. Dan yang paling penting, hasil dari prediksi atau harapan itu berbeda dengan kenyataan.

Misalnya nih, kemarin kamu mikir, "Wah, besok kayaknya bakal hujan deras nih". Nah, pernyataan itu kan kamu ucapkan kemarin (masa lalu), merujuk pada hari ini (yang bagi kamu kemarin itu adalah masa depan). Tapi ternyata, hari ini cerah banget. Nah, kalimat yang menggambarkan pikiran kamu kemarin itu bisa pakai Past Future Tense. Keren kan?

Struktur Kalimat Past Future Tense

Biar makin jelas, yuk kita lihat struktur kalimatnya. Umumnya, Past Future Tense dibentuk dengan menggunakan Subject + would + Verb 1 (base form). Tapi, ada juga variasi lain, misalnya Subject + was/were going to + Verb 1. Keduanya punya makna yang mirip, tapi 'would' lebih sering dipakai untuk prediksi atau janji yang sifatnya lebih umum, sementara 'was/were going to' lebih ke rencana atau niat yang sudah ada sebelumnya.

  • Subject + would + Verb 1: Ini adalah bentuk yang paling umum. Misalnya, "I would go to the party, but I was sick." (Aku akan pergi ke pesta, tapi aku sakit.) Di sini, niatnya mau pergi, tapi kenyataannya nggak jadi karena sakit.
  • Subject + was/were going to + Verb 1: Bentuk ini menekankan pada rencana atau niat yang sudah ada di masa lalu. Contohnya, "She was going to call you, but she forgot." (Dia akan meneleponmu, tapi dia lupa.) Jelas kan, ada niat mau nelpon, tapi akhirnya nggak terlaksana.

Kadang juga bisa muncul bentuk Subject + would have + Verb 3 (Past Future Perfect Tense). Ini agak beda lagi, guys. Bentuk ini dipakai kalau kita mau ngomongin sesuatu yang seharusnya terjadi di masa lalu, tapi nggak jadi juga. Misalnya, "He would have helped you if you had asked." (Dia akan membantumu kalau saja kamu minta.) Tapi karena kamu nggak minta, ya dia nggak bantu. Jadi, ada unsur penyesalan atau kondisi yang nggak terpenuhi di masa lalu.

Perbedaan dengan Past Tense Biasa

Nah, sering banget nih orang ketuker antara Past Future Tense sama Past Tense biasa. Bedanya apa dong? Gini, guys. Past Tense itu murni ngomongin kejadian yang sudah selesai di masa lalu. Titik. Nggak ada unsur prediksi, harapan, atau janji dari sudut pandang masa lalu. Contohnya, "I went to the party yesterday." (Aku pergi ke pesta kemarin.) Kalimat ini cuma nyeritain fakta kalau kamu udah pergi ke pesta. Selesai.

Sementara Past Future Tense itu ada unsur "gimana dulu tuh mikirnya di masa lalu tentang masa depan". Jadi, ada semacam flashback ke pikiran atau niat kita di masa lalu tentang apa yang bakal terjadi. Makanya, seringkali ada kontras antara apa yang diprediksi/direncanakan di masa lalu dengan kenyataan yang terjadi. Contohnya lagi nih, "I thought it would rain today." (Aku mengira hari ini akan hujan.) Kalimat ini nyeritain pikiranmu kemarin (masa lalu) tentang hari ini (yang dulunya masa depan buat kamu kemarin), tapi faktanya hari ini nggak hujan (atau malah hujan deras banget, tergantung konteksnya). Jadi, ada lapisan makna tambahan di situ, bukan cuma fakta kejadian di masa lalu.

Kapan Menggunakan Past Future Tense?

Oke, udah ngerti konsepnya kan? Sekarang, kapan sih kita butuh pakai tenses ini? Ada beberapa situasi umum yang bisa jadi patokan buat kalian.

1. Menyatakan Prediksi atau Harapan di Masa Lalu

Ini dia fungsi utama dari Past Future Tense, guys. Kita pakai buat ngomongin apa yang kita prediksikan atau harapkan bakal terjadi di masa depan, tapi dilihat dari sudut pandang masa lalu. Ingat ya, ada potensi hasilnya beda sama kenyataan.

Contohnya:

  • "I thought she would be here by now." (Aku mengira dia sudah akan ada di sini sekarang.) -> Ini maksudnya, kemarin kamu mikir dia bakal sampai sekarang udah nyampe, tapi ternyata belum.
  • "We believed the train would arrive on time." (Kami percaya kereta akan tiba tepat waktu.) -> Tapi ternyata, keretanya telat.
  • "He hoped his parents would understand his decision." (Dia berharap orang tuanya akan mengerti keputusannya.) -> Tapi kenyataannya, orang tuanya nggak ngerti.

Dalam contoh-contoh ini, ada unsur ekspektasi dari masa lalu tentang masa depan. Dan seringkali, tapi nggak selalu, ekspektasi itu nggak sesuai sama kenyataan. Makanya, ini beda banget sama sekadar bilang "She arrived yesterday" (Past Tense) yang cuma nyatain fakta.

2. Menyatakan Rencana atau Niat di Masa Lalu yang Tidak Terjadi

Selain prediksi, Past Future Tense juga pas banget buat ngomongin rencana atau niat yang udah kita punya di masa lalu, tapi akhirnya nggak jadi kita lakuin. Seringkali pakai struktur was/were going to.

Contohnya:

  • "I was going to tell you the secret, but I forgot." (Aku akan memberitahumu rahasianya, tapi aku lupa.) -> Niatnya mau ngasih tau, eh kelupaan.
  • "They were going to move to London, but they changed their minds." (Mereka akan pindah ke London, tapi mereka berubah pikiran.) -> Udah niat pindah, tapi batal.
  • "She was going to study medicine, but decided to become a teacher instead." (Dia akan belajar kedokteran, tapi memutuskan jadi guru saja.) -> Rencana awal mau jadi dokter, tapi belok jadi guru.

Perhatiin deh, di sini ada penekanan pada niat atau rencana awal yang ada di masa lalu. Walaupun kadang bisa juga pakai 'would', 'was/were going to' lebih kuat nunjukin rencana yang udah ada.

3. Menyatakan Janji di Masa Lalu

Past Future Tense juga bisa dipakai buat nyeritain janji yang pernah dibuat di masa lalu. Biasanya pakai 'would'.

Contohnya:

  • "He promised he would help me." (Dia berjanji dia akan membantuku.) -> Dia janji mau bantu.
  • "She said she would call me later." (Dia bilang dia akan meneleponku nanti.) -> Dia bilang mau nelpon lagi.

Di sini, 'would' berfungsi kayak semacam reported speech dari future tense. Kalau diomongin langsung kan, "I will help you." Nah, kalau diceritain lagi oleh orang lain atau dari sudut pandang masa lalu, jadi "He said he would help me."

4. Dalam Kalimat Conditional Type 2 dan Type 3

Ini agak teknis nih, guys. Past Future Tense sering muncul dalam klausa utama (main clause) di Kalimat Pengandaian Tipe 2 dan Tipe 3. Ingat kan? Tipe 2 buat ngomongin yang nggak nyata di masa sekarang/depan, Tipe 3 buat ngomongin yang nggak terjadi di masa lalu.

  • Conditional Type 2 (If + Past Simple, Subject + would + Verb 1): "If I had a lot of money, I would travel the world." (Jika aku punya banyak uang, aku akan keliling dunia.) Ini kan ngomongin kondisi yang nggak nyata sekarang (aku nggak punya banyak uang). Jadi,prediksi masa depannya juga nggak nyata. Struktur 'would travel' di sini adalah bentuk Past Future.

  • Conditional Type 3 (If + Past Perfect, Subject + would have + Verb 3): "If I had known you were coming, I would have baked a cake." (Jika aku tahu kamu akan datang, aku akan membuatkan kue.) Ini ngomongin penyesalan di masa lalu. Kondisi 'if' nggak terpenuhi (aku nggak tahu kamu datang), jadi hasil 'would have baked' juga nggak kejadian. Nah, 'would have baked' ini bentuk Past Future Perfect.

Jadi, kalau kalian ketemu struktur kayak gini, udah tau kan itu bagian dari Past Future Tense?

Contoh Kalimat Past Future Tense dalam Berbagai Situasi

Biar makin nempel di kepala, yuk kita lihat lebih banyak contoh kalimat Past Future Tense. Kita coba pakai berbagai struktur dan konteks ya, guys.

Contoh Kalimat dengan 'Would'

  • "He said he would finish the report by Friday." (Dia bilang dia akan menyelesaikan laporannya pada hari Jumat.) Makna: Ada janji atau prediksi dari dia di masa lalu untuk menyelesaikan laporan di hari Jumat.
  • "I thought the movie would be boring, but it was great!" (Aku mengira filmnya akan membosankan, tapi ternyata bagus!) Makna: Prediksi di masa lalu yang ternyata salah.
  • "She didn't know that her friends would surprise her on her birthday." (Dia tidak tahu bahwa teman-temannya akan mengejutkannya di hari ulang tahunnya.) Makna: Kejadian di masa depan (dari sudut pandang teman-temannya) yang dia nggak duga.
  • "We assumed they would agree with our plan." Makna: Asumsi di masa lalu tentang persetujuan di masa depan.
  • "The teacher explained that the test would be difficult." Makna: Prediksi atau pemberitahuan dari masa lalu tentang kesulitan tes di masa depan.

Contoh Kalimat dengan 'Was/Were Going To'

  • "I was going to call you, but my phone died." Makna: Rencana menelepon yang batal karena ada kendala.
  • "She was going to apply for the scholarship, but she missed the deadline." Makna: Niat mendaftar yang tidak terlaksana karena melewati batas waktu.
  • "They were going to have dinner at that restaurant, but it was closed." Makna: Rencana makan malam yang terpaksa diubah karena tempatnya tutup.
  • "He was going to quit his job, but then he got a promotion." Makna: Niat berhenti kerja yang batal karena ada tawaran lebih baik.
  • "We were going to watch the game, but it got cancelled due to rain." Makna: Rencana menonton pertandingan yang dibatalkan.

Contoh Kalimat dengan 'Would Have + Verb 3' (Past Future Perfect)

  • "If you had told me earlier, I would have helped you." Makna: Penyesalan di masa lalu; seharusnya membantu kalau saja diberitahu.
  • "She would have passed the exam if she had studied harder." Makna: Seharusnya lulus ujian kalau saja belajar lebih giat.
  • "They would have arrived on time if there hadn't been a traffic jam." Makna: Seharusnya tiba tepat waktu kalau saja tidak ada macet.
  • "I would have bought that dress if it wasn't too expensive." Makna: Niat membeli yang nggak jadi karena harganya mahal.
  • "He would have called you, but he lost your number." Makna: Niat menelepon yang tidak terlaksana karena kehilangan nomor.

Tips Menguasai Past Future Tense

Biar makin jago pakai Past Future Tense, ada beberapa tips nih buat kalian:

  1. Pahami Konteksnya: Kunci utamanya adalah inget kalau ini ngomongin ekspektasi, rencana, atau prediksi dari masa lalu tentang masa depan. Selalu tanya ke diri sendiri, "Ini kejadiannya kapan sih? Pikiran ini muncul kapan?".
  2. Latihan Terus: Sama kayak belajar skill lain, grammar butuh latihan. Coba bikin kalimat sendiri pakai rumus yang udah kita bahas. Nggak usah takut salah, yang penting coba terus.
  3. Perbanyak Baca dan Dengar: Baca buku, artikel, atau nonton film berbahasa Inggris. Perhatiin gimana native speaker pakai Past Future Tense. Catat contoh-contoh yang menarik.
  4. Fokus pada Perbedaan: Bedain mana yang beneran Past Future Tense (ada unsur prediksi/niat dari masa lalu) sama yang cuma Past Tense biasa (fakta kejadian di masa lalu).
  5. Gunakan 'Would' dan 'Was/Were Going To' dengan Tepat: Ingat kapan lebih cocok pakai 'would' (prediksi, janji, kebiasaan masa lalu) dan kapan pakai 'was/were going to' (rencana/niat spesifik di masa lalu).

Kesimpulan

Nah, guys, gimana? Udah lebih tercerahkan soal Past Future Tense? Intinya, tenses ini dipakai buat ngomongin sesuatu yang dulu kita pikir bakal terjadi di masa depan (atau sebaliknya), tapi seringkali hasilnya beda sama kenyataan. Baik itu prediksi, harapan, rencana, atau janji. Kuncinya ada di sudut pandang masa lalu yang melihat ke arah masa depan.

Dengan memahami struktur Subject + would + Verb 1 atau Subject + was/were going to + Verb 1, kalian bisa mulai bikin kalimat sendiri. Jangan lupa juga sama variasinya, Subject + would have + Verb 3, buat ngomongin hal yang seharusnya terjadi tapi nggak jadi di masa lalu.

Terus berlatih ya, guys! Semakin sering kalian coba, semakin kalian bakal terbiasa dan pede buat pakai Past Future Tense dalam percakapan atau tulisan bahasa Inggris kalian. Semangat! 💪